Friday, March 30, 2012

Iron Man 2

Film Iron Man adalah salah satu film tentang superhero yang bagus menurut saya. Film Iron Man yang pertama saya tonton di bioskop bersama pacar (sekarang istri) saya, dan kami langsung menyukainya serta mengacungkan dua jempol untuk film Iron Man. Bahkan waktu itu saya sempat langsung menulis review film Iron Man di blog (yang lama),  sayang tulisan saya tersebut sudah hilang.
Setelah sukses dengan film Iron Man, kini muncul lagi kelanjutannya yaitu film Iron Man 2. Dari sinopsis film Iron Man 2 saya merasa ceritanya biasa saja, tetapi mudah-mudahan saja film Iron Man 2 ini tetap bagus walaupun sepertinya saya tidak akan sempat menontonnya di bioskop. Saya hanya akan menunggu DVD-nya di rental.
Berikut ini sinopsis film Iron Man 2 yang saya ambil dari 21cineplex.com :
Dunia mengenali penemu milionerTony Stark (Robert Downey Jr) adalah pahlawan super lapis baja Iron Man. Di bawah tekanan pemerintah, pers dan publik untuk berbagi teknologi dengan militer, Tony tidak mau mengungkapkan rahasia di balik baju besi Iron Man, karena ia tak ingin informasi tersebut jatuh di tangan yang salah. Dengan Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) dan James “Rhodey” Rhodes (Don Cheadle) di sisinya, Tony tempa aliansi baru dan menghadapi kekuatan baru yang lebih kuat.
Setelah membaca sinopsis Film Iron Man 2, bagi anda penggemar film Iron Man silahkan saja langsung menuju bioskop langganan anda karena konon film Iron Man 2 ini begitu laris dan harus sampai mengantre untuk mendapatkan tiketnya. Film Iron Man 2 sudah mulai diputar di bioskop dari tanggal 7 Mei 2010 lalu.

THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER

Edmund Pevensie (Skandar Keynes) dan Lucy Pevensie (Georgie Henley) kembali harus berurusan dengan negeri dongeng saat secara tidak sengaja sebuah lukisan tiba-tiba saja membawa mereka kembali ke negeri Narnia. Sepertinya kedatangan dua bersaudara ini juga diharapkan oleh warga Narnia karena negeri ini sedang menghadapi masalah besar dan bantuan Pevensie bersaudara jelas akan diperlukan.
NARNIA THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER
Saat sedang melihat-lihat sebuah lukisan, tiba-tiba saja lukisan ini hidup dan menelan Edmund dan Lucy. Bukan hanya mereka berdua, Eustace Scrubb (Will Poulter) pun ikut terbawa ke negeri Narnia. Mereka masuk ke negeri dongeng ini dan kembali bertemu dengan Caspian (Ben Barnes) yang kini telah menjadi raja dan sedang dalam perjalanan mencari tujuh orang bangsawan yang hilang.
Petualangan berawal di Lone Island dan berlanjut hingga ke ujung dunia. Dalam petualangan ini, banyak yang terjadi dan salah satunya adalah saat Eustace berubah menjadi naga karena kesalahannya. Berhasilkah mereka menemukan ketujuh bangsawan yang hilang ini? Atau perjalanan kali ini tak akan membawa hasil apapun?
Review
NARNIA THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER
THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini boleh saja jadi bagian yang ketiga dari THE CHRONICLES OF NARNIA tapi film ini juga punya nilai lebih lantaran ini untuk pertama kalinya film NARNIA diproduksi dalam format tiga dimensi alias 3D. Film ini juga sekaligus menandai beralihnya produksi dari Disney ke 20th Century Fox. Dan jangan lupa, kali ini posisi sutradara tak lagi dipegang oleh Andrew Adamson namun beralih ke tangan Michael Apted.
NARNIA memang bukan satu-satunya film fantasi yang beredar tahun ini. Sebelumnya ada bagian pertama dari HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS yang juga baru saja dirilis beberapa pekan lalu. Malahan bisa dibilang HARRY POTTER adalah pesaing ketat NARNIA saat ini dan masih belum bisa ditebak apakah NARNIA sanggup menggeser posisi HARRY POTTER yang sekarang bertengger di puncak tangga box office. Yang pasti NARNIA memang punya fans setia sendiri dan perkembangan yang terjadi di bagian ketiga ini cukup memuaskan.
NARNIA THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER
Kalau HARRY POTTER memilih untuk memperlambat tempo, NARNIA justru memilih sebaliknya. Dibandingkan dengan dua bagian sebelumnya, THE CHRONICLES OF NARNIA: THE VOYAGE OF THE DAWN TREADER ini terasa lebih rancak. Tentu saja ini karena campur tangan Apted yang baru bergabung sebagai sutradara. Langkah ini membuat NARNIA jadi lebih renyah dan enak ditonton.
Dari sisi special effect, sepertinya tidak ada masalah yang terlalu berarti dengan film ini meski di saat yang sama tidak ada yang terlalu istimewa pula. Para aktornya jelas sudah teruji pada dua film sebelumnya meski tetap saja nama Liam Neeson terasa lebih menonjol walaupun ia hanya menyumbangkan suaranya saja sebagai Aslan.

Avatar

Ini memang adalah salahsatu film terbaik dari salahsatu sutradara terbesar dunia. Planet Pandora yang jaraknya 4.4 tahun cahaya dari Bumi benar-benar hidup dan nyata.

Penghuni-penghuninya yang ajaib, seperti naga-naga terbang yang mirip burung dinosaurus pteranodon, badak-badak berkepala martil (hammerhead), dan makhluk buas Thanator semuanya menjadi benar-benar nyata.

Tumbuh-tumbuhan di hutan Pandora yang mengandung fluorescent akan menyala warna-warni di waktu malam. Membuat seluruh hutan itu seperti menyala dalam kegelapan. Hijau, ungu, biru, merah, benar-benar indah dan menakjubkan. Selain hutan tropis yang mirip Amazon dengan tumbuhan-tumbuhan raksasa, kita juga akan melihat pemandangan bukit-bukit raksasa yang melayang-layang di Pandora karena mengandung mineral anti-gravitasi.

Dan itu semua mendukung kekuatan carita dan karakter tokoh-tokoh di film ini. Kita melihat bagaimana sang jagoan, marinir cacat bernama Jake Sully (Sam Worthington), tumbuh dari seorang tentara biasa, menjadi sosok yang akhirnya memilih berjuang membela mana yang benar dan berusaha menyelamatkan Pandora. Sosok penghuni asli Pandora, bangsa Na’vi yang berukuran 2 kali manusia dan berwarna biru juga terasa hidup.
Manusia-manusia Bumi dan pasukan militernya yang bersenjata canggih pergi ke Pandora untuk satu tujuan, mendapatkan mineral sangat berharga bernama Unobtanium. Mineral ini jauh lebih berharga dari emas dan intan dan bisa merubah seluruh dunia. Tapi, sumber terbesar dari unobtanium ini ternyata berada di bawah pohon magis raksasa tempat tinggal peradaban bangsa Na’vi selama ribuan tahun.

Pertanyaannya, bagaimana kalau kita begitu menginginkan sesuatu, dan sesuatu itu bisa mengubah hidup anda selama-lamanya, membuat anda bahagia, tapi benda itu milik orang lain? Apa yang anda lakukan? Apa anda akan berusaha menguasainya dengan berbagai cara? Bagaimana nanti dengan sang pemiliknya?

Film ini akan mengajak anda menjawab hal paling dasar tentang hakikat kita sebagai manusia. Apa tujuan hidup kita? Apakah makna hidup kita adalah untuk menguasai materi? Memiliki apa yang belum kita miliki?

Kita akan belajar kembali tentang nafsu umat manusia dan konflik besar yang selalu dihasilkannya. Tapi disini kita juga akan diajak belajar tentang empati, pengorbanan, dan akhirnya heroisme.

Bahwa manusia, disini lewat tokoh utamanya Jake Sully, akhirnya bisa berubah dari yang tadinya membantu militer Bumi untuk menguasai mineral berharga itu, menjadi pemimpin yang berjuang menyelamatkan Pandora.

CJ7

Dengan gaya khas komedi ala Chow, film ini bercerita tentang seorang buruh miskin Ti (Stephen Chow) yang hidup bersama seorang anak laki-laki, Dicky. Dicky diperankan oleh Xu Jian yang sebenarnya adalah gadis kecil.
Ti bekerja keras sepanjang hari agar Dicky dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah elit. Sayang Dicky dijauhi teman-temannya karena berpenampilan lusuh dan tidak memiliki mainan keren.
Kejengkelan Dicky pada ayahnya yang tidak mau membelikan CJ1, mainan anjing-robot terbaru, musnah kala Ti menggantinya dengan sebuah hadiah yang ditemukannya di tempat sampah. Mainan itu (atau kemudian mungkin lebih tepat disebut binatang peliharaan) adalah sebuah bulatan hijau misterius yang bertransformasi menjadi makhluk aneh yang lucu, dengan mata bulat menggemaskan ala ''Puss in Boots'' di sekuel SHREK.
Dicky dan 'boneka alien'-nya
Sejatinya binatang peliharaan Dicky adalah makhluk luar angkasa yang mempunyai kemampuan magis yang ditularkan pada tuannya. Dicky tiba-tiba mampu berenang secepat speedboat, menendang bola lebih baik dari Beckham, dan lain sebagainya. Tak ayal, banyak konflik yang terjadi setelah Dicky memiliki 'binatang alien'-nya dan Ti bersama Dicky harus menyelesaikannya. Mereka pun mendapat pelajaran berharga tentang arti sebuah keluarga dan hal-hal yang tak dapat dibeli dengan uang.
Penampilan menawan Xu Jian sebagai anak laki-laki dengan 'binatang peliharaan' CGI-nya yang menggemaskan mampu meluluhkan hati penonton. Dan seperti biasa Chow mampu menampilkan kualitas terbaiknya sebagai bintang komedi. Film yang aslinya berbahasa Kanton ini tidak menampilkan banyak humor secara verbal. Chow sepertinya ingin agar film yang konon berbudget US$20 juta ini juga dapat dinikmati sepenuhnya oleh penutur bahasa lainnya.

Hachiko

Hachiko adalah sebuah film yang menceritakan tentang kesetiaan seekor anjing terhadap tuan atau pemiliknya. Film itu dimulai dengan adegan seorang anak yang sedang bercerita di depan kelas tentang pahlawan teladannya. Dia menuliskan sebuah nama di papan tulis, ‘Hachiko’. Nama itulah yang menjadi tokoh idola dia, yaitu seekor anjing milik kakeknya. Awalnya dia sempat ditertawakan oleh teman-temannya. Tapi, dia tetap teguh dan terus bercerita….
Di depan kelas, dia mulai berkisah tentang Hachi (nama panggilan untuk Hachiko). Saat masih kecil, Hachi yang sedang tersesat di stasiun ditemukan oleh seorang bapak bernama Parker. Dia tak lain dan tak bukan adalah kakek dari si anak yang sedang bercerita itu. Parker membawa Hachi ke rumah. Awalnya istri Parker tidak terlalu menyukai Hachi, bahkan menyuruh Parker untuk membuang Hachi. Tapi setelah melihat betapa sayangnya sang suami terhadap anak anjing itu, akhirnya sang Istri membiarkan Hachi bertempat tinggal di rumah mereka.
Secara umum adegan demi adegan yang berlangsung di film itu terasa biasa-biasa aja. Benar-benar menggambarkan kehidupan sehari-hari. Tapi, dibalik rangkaian adegan yang biasa itu, ternyata tersaji sebuah kisah yang sangat mengharukan. Bener-bener menguras air mata lah pokoknya. Apabila temen-temen berjiwa mellow dan merupakan seorang penyayang hewan, khususnya anjing, pasti temen-temen juga bakalan nangis tersedu-sedu setelah menonton film ini.

Poconggg juga Pocong

Sinopsis Film Poconggg Juga Pocong – Bagi anda yang ingin nonton di cinema 21, tidak ada salahnya kalo nonton film ini. Yup sebuah Film yang akan membuat anda ngakak tapi bulu kudunya berdiri, kenapa katakan demikian soalnya nih film bintang utamanya pocong gan.[atut :-) ]
Sinopsis
Poconggg tidak seperti pocong-pocong kebanyakan. Sebagai pocong pendatang baru, Poconggg dianggap sebagai pocong cupu karena penakut dan -yang paling memalukan- Poconggg merupakan satu-satunya pocong yang tidak mampu menakuti manusia dan malah takut dengan sesama hantu. Anjaw -pocong senior- dan 4 anggota geng pocong sering mengintimidasi Poconggg dan membuat hari-hari Poconggg tidak berjalan lancar.
Untungnya, ada Kunti, kuntilanak paling cantik dan gaul, satu-satunya hantu yang membantu Poconggg beradaptasi dan akhirnya menjadi sahabatnya. Lebih dari itu, Kunti juga menjadi sosok hantu yang selalu menjadi tempat Poconggg berkeluh kesah ketika ia sedang diusili Anjau atau sedang galau karena Sheila
Sheila, perempuan yang paling Poconggg sayang. Sayangnya, hubungan pertemanan -yang akhirnya berkembang menjadi rasa suka, harus berakhir tragis. Poconggg belum sempat menyatakan perasaannya. Poconggg berupaya menyampaikannya, tetapi dunia yang berbeda membuat segalanya tidak mudah. Untungnya, Poconggg tidak sendirian, ada Kunti yang senantiasa membantunya. Ada Kunti yang menjadi tong sampah Poconggg ketika ia galau melihat Adit, senior Sheila di kampus yang mulai melakukan pendekatan ke Sheila.
Kepribadian Poconggg yang penakut membuat semuanya menjadi rumit. Anjaw yang usil. Kunti yang baik tapi galak. Dunia Poconggg dan Sheila yang sudah berbeda. Semuanya membuat Poconggg galau.
Film ini diangkat dari novel terlaris dan paling fenomenal tahun ini: ‘Poconggg Juga Pocong’. Sebuah film romantis komedi untuk anak-anak muda yang sedang galau.

UP

emarin, tepatnya tanggal 27 Desember 2011, saya iseng-iseng menonton film kartun berjudul Up, sebuah film yang diproduksi oleh Pixar Animation Studios. film ini dirilis pertama di Amerika bertepatan dengan Cannes Film Festival dan merupakan film animasi pertama yang diputar pada perayaan tersebut.
Film ini bercerita tentang seorang Carl Fredricksen yang sangat mencintai dunia penerbangan sebagai jalan obsesinya untuk menjelajah. dan oleh karena itulah dia begitu mengidolakan Charles Muntz seorang penjelajah yang amat terkenal saat itu. singkat cerita Carl kecil bertemu dengan gadis cilik bernama Elie yang sama-sama mengidolakan Charles Muntz dan sama-sama mempunyai jiwa petualang. berawal dari hobi dan kesenangan mereka, akhirnya ketika dewasa mereka menikah dan menempati rumah dimana rumah tersebut menjadi tempat mereka bertemu untuk saling bertukar cerita-cerita penjelajahan ketika kecil. dalam mengarungi hidup rumah tangga mereka Elie dinyatakan tidak dapat hamil oleh dokter. kesedihan itu diredam dengan sebuah keinginan untuk terbang ke Paradise Falls tempat dimana Charles Muntz berada dan disamping itu mereka juga ingin rumah yang mereka tinggali itu berdiri di puncak paradiseFalls.
Berkas:Up Poster.JPG
dalam keadaan berumur, keinginan tersebut amat sangat susah terwujud belum lagi ternyata Elie yang meninggal karena usia. semenjak itulah Carl yang sudah menjadi kakek patah semangat dan amat tertutup dengan orang lain. suatu pagi, Carl bangun menjalankan aktivitas seperti biasa dan menyadari bahwa rumahnya itu berada di antara konstruksi bangunan-bangunan besar. kemudian terjadi konflik dengan pekerja karena kotak surat di depan rumahnya tersenggol oleh alat berat. alhasil Carl memukul petugas tersebut dan diseret ke pengadilan. kejadian berikutnya bisa ditebak, rumah Carl dinyatakan sebagai milik  bos proyek dan akan digusur, dan Carl esok akan dijemput untuk dibawa ke panti jompo.
Carl tidak kehabisan akal, esok harinya ketika dijemput dan ketika dia memberikan tasnya kepada petugas yang menjemput, Carl masuk kembali ke dalam rumah dan tak disangka-sangka rumahnya ia terbangkan dengan ribuan balon yang ia ikat didalam cerobong asap.
alhasil rumahnya terbang, dan dalam perjalanan ia menemui berbagai macam kendala (cuaca buruk,dll) dan bahkan ia harus berkelahi dengan Charles Muntz (sudah menjadi Kakek) lantaran Charles menginginkan burung yang dinamai Kevin oleh Russel (seorang anak kecil terobsesi untuk menyelesaikan misi mengumpulkan pin untuk pramuka). dalam film ini Russel ikut terbawa diluar rumah ketika Carl menerbangkan rumahnya.
film ini diakhiri dengan klimaks yang Happy Ending, dimana Carl menjadi ayah angkat dari Russel dan menghadiri upacara penyerahan hadiah penghargaan untuk anggota pramuka berprestasi, Kevin kembali bersama anak-anaknya di Paradise Falls, dan rumahnya berdiri tepat di atas Paradise Falls seperti yang mereka impikan.
ada banyak makna yang dapat dipetik dari film ini, selain menghibur dan tentunya juga menginspirasi banyak orang. pepatah mengatakan “tidak ada yang tidak mungkin asal ada kemauan dan usaha itu saja cukup”, bukan tidak mungkin untuk menerbangkan sebuah rumah dengan balon dan Carl selalu yakin bahwa ia pasti bisa mendaratkannya di atas Paradise Falls. banyak orang berpikir terlalu sempit mengenai mimpi, katanya “mimpi yang terlalu tinggi tak ada gunanya!” belum tentu, justru karena mimpilah kita dapat tetap hidup asalkan selalu ada usaha disertai dengan keinginan yang kuat. rugi rasanya jika tidak menontonnya apalagi ini film animasi terbaik yang dianugerahi banyak penghargaan pada tahun 2010 lalu.

Harry Potter

Judul Buku :Harry Potter dan Kamar Rahasia
Penulis: J.K. Rowling Alih bahasa: Listiana Srisanti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit ceakan ke-19 : 2007
ISBN : 978-979-655-852-0
Dimensi: 16x20 cm
Diskripsi:
Tentunya Anda tidak lupa dengan penulis terkaya di dunia J.K. Rowling kan? Bagi Anda yang menyukai Novel Harry Poter tidak akan asing lagi dan mungkin sudah hafal dengan serial Kamar Rahasianya,Namun bagi Anda yag sibuk dan tidak sempat meluangkan waktu untuk menonton filmnya atau bagi Anak-anak Anda yang ingin menggali lebih dalam dalam menulis cerpen dan kemudian Novel, akan menjadi contoh cara penyampaian sebuah novel yang bagus jalan ceritanya dan gaya ceritanya. Novel Harry Potter dan Kamar Rahasia ini secara ringkas bisa disebutkan antaralain: Baha Harry potter sedang liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan karena perlakuan kasar yang diterima Harry. Dia ingi sekali kembali segera ke Sekolah Sihir Hogwarts. Tetapi tiba-tiba muncul makhlik aneh bernama Dobby,yang melarangnya kembali kesana.Malapetaka akan terjadi bila Harry kembali kesana. Setelah dengan susah payah Harry potter dijemput temanya dengan mobil terbang dan sesampainya di Sekolah Hogwarts betul-betul terjadi malapetaka. Karena pada tahun keduanya di Hogwarts muncul siksaan dan penderitaan baru,dalam wujud guru baru sok bernama Gilderoy Lockhart,hantu bernama Myrtle Merana yang menghantui toilet anak perempuan dan perhatian tak diinginkan dari adik Ron Weasly,Ginny.


Tetapi semua itu Cuma gangguan kecil dibandingkan dengan bencana besar yang kemudian melanda sekolah. Ada yang mengubah murid-murid Hogwarts menjadi batu. Mungkinkah pelakunya Draco malfoy yang jahat sama Harry,yang riwayat masa lalunya akhinya terbongkar?Atau, mungkinkah pelakunya anak paling dicurigai semua orang di Hogwarts…Yakni Harry Potter sendiri?

Surat Kecil Untuk Tuhan

Karya seni yang diprakarsai oleh kisah nyata biasanya punya arti lebih bagi pemirsa. Setidaknya, karya itu tidak ditonton sebagai imajinasi kosong pembuatnya, melainkan bercermin pada takdir yang benar-benar terjadi. Mungkin karena itu, penonton berbondong meluapi bioskop, membeli tiket Surat Kecil Untuk Tuhan, film Indonesia mutakhir yang berakar pada kisah nyata. Luapan penonton itu bukan cerita sepele, sebab kini film Surat Kecil Untuk Tuhan (selanjutnya disebut SKUT) bertengger manis sebagai film paling banyak ditonton kedua sepanjang tahun 2011, persis di bawah film Arwah Goyang Karawang yang mengundang berahi  750 ribu penonton, lebih banyak 50 ribu dibanding penonton SKUT.
Kurang dari sepuluh tahun lalu, ada serial Jepang yang berjudul Satu Liter Air Mata (One Litre of Tears). Konon, kisah sedu sedan yang diusung serial ini dengan ampuh menguras habis air mata penontonnya. Kisahnya tentang seorang gadis sekolah menengah yang menderita kanker tak tersembuhkan. Satu Liter Air Mata mengapung-apung dalam ingatan ketika poster SKUT memenuhi bioskop di dekat rumah. Formulanya mirip-mirip jua.
Adalah Keke gadis malang dalam SKUT itu. Ia menderita kanker jaringan lunak yang ganas, mematikan, dan memilukan. Keke belum lagi lima belas tahun ketika penyakit itu mendera. Oleh ayahnya, Keke diantarkan ke pelbagai gerai pengobatan alternatif sebab Sang Ayah tak tega melihat putri semata wayangnya tergeletak lara di meja operasi. Namun gayung tak bersambut, penyakit Keke semakin parah sehingga dokter jualah yang menjadi pelabuhan selanjutnya. Penyakit Keke ikut mempengaruhi stabilitas keluarganya. Mulai dari penghematan besar-besaran akibat berobat, hingga hubungan ayah dan ibu Keke yang tak bisa dibilang harmonis.
Jikalau banyak film-film Indonesia terbaru yang tampil menjual ayat, maka SKUT tampil agak berbeda dengan menjual gelontoran air mata. Sang air mata ditiriskan dari sebuah blog tenar yang mencatat hari-hari Keke bersama penyakitnya. Ada kesamaan antara Keke dan Aya (Tokoh utama dalam Satu Liter Air Mata), yakni mereka sama-sama menulis buku harian. Buku harian itulah yang menjadi referensi utama blog dan filmnya.
Cerita dibangun dengan cermat lewat penggambaran motivasi-motivasi karakter yang naïf sesuai dengan umur mereka yang baru duduk di sekolah menengah pertama. Bagaimana persahabatan bisa terbangun lewat tindakan-tindakan simbolik. Ambil contoh, teman-teman Keke yang rela memangkas rambutnya agar bisa ikut merasakan kepiluan Keke yang gundul akibat kemoterapi. Juga ditampakkan bagaimana penyakit Keke bukan hanya persoalan medis semata, melainkan juga masalah harga diri di hadapan kawan-kawan, keluarga, belum lagi terhadap Andi, teman sekolah yang selama ini dekat dengannya. Kenaifan karakter yang membungkus SKUT adalah sah, sebab memang berlangsung sesuai dengan masa tumbuh para karakter yang didominasi anak mula remaja.
.
Ihwal Logika Cerita
Yang dikhawatirkan akhirnya terjadi juga. Pasang surut babakan cerita ternyata tidak diimbangi dengan logika cerita yang sepadan. banyak logika yang dikorbankan atas nama dramatisasi. Dengan premis bahwa “karena SKUT adalah dramatisasi, maka berlebihan di sana-sini bisa dimaafkan.” Masalahnya bukan pada dramatisasi, melainkan pada kultur penonton kita yang semakin piawai. Penonton semakin rentan merasa dibodohi dengan cerita yang tak masuk akal, sebagus apapun bahan ceritanya.
Dalam sebuah adegan belajar kelompok, tampak Keke dan kawan-kawannya membaca buku mata pelajaran Sosiologi. Ini mengganggu sebab Keke adalah siswi SMP sementara Sosiologi baru diajarkan di bangku SMA. Perhatikan juga adegan tari pada acara Rhythm and Dance, teman-teman Keke sudah mulai menari ketika Andi berangkat dari rumah, berlari mengejar Keke. Sesampainya Andi  di studio tari, lagu tersebut masih berlangsung, padahal durasi sebuah lagu jarang lebih dari enam menit. Apakah mungkin Andi berlari dari rumah ke studio tari dalam waktu kurang dari enam menit? Perhatikan juga adegan Keke yang datang ke ujian sekolah dengan digendong Pak Iyus –asisten Ayah Keke– padahal, pada adegan sebelumnya (adegan Rhythm and Dance) kita melihat Keke duduk menggunakan kursi roda. Lantas kemana kursi roda itu? Penafian logika cerita (meskipun sepele) adalah hal yang sangat mencoreng runutan jalinan cerita film SKUT.
Kemiskinan set juga terasa nyata. Dekorasi serba mepet menjadikan rumah Keke tampak seperti ruangan yang baru didekorasi setengah jam menjelang pengambilan gambar dimulai. Mungkin maksudnya untuk menggambarkan kekosongan. Namun bila demikian, lirikan tajam selanjutnya mengarah pada para aktornya yang menerjemahkan kekosongan itu dengan frekuensi yang sama sekali berbeda.
Pada akhirnya, kita dapat menangkap bahwa SKUT ada sebagai semacam inspirasi bagi orang sehat agar senantiasa bersyukur dan menyayangi orang-orang terdekat. Inspirasi itu dikucurkan dalam wujud sebaskom  penuh tangis yang membuat perih mata penontonnya, bukan oleh katarsis yang mengundang tangis, tapi oleh semacam kegusaran yang tak terjelaskan, mengapa bahan cerita sedemikian elok menjadi korban penggarapan yang kurang teliti.
.
Surat Kecil Untuk Tuhan | 2011 | Sutradara: Harris Nizam | Negara: Indonesia | Pemain: Dinda Hauw, Esa Sigit, Alex Komang, Dwi Andhika, Ranty Purnamasari.

The Hunger Games

Membunuh atau dibunuh. Itulah aturan sederhana dari acara tahunan Hunger Games. Di suatu masa depan, Amerika Utara musnah lalu berdirilah negara Panem dengan Capitol sebagai ibu kota. Awalnya, Capitol dikelilingi 13 distrik. Namun, suatu ketika terjadi pemberontakan melawan Capitol dan berakibat musnahnya Distrik 13. Sebagai pengingat akan kekuasaan ibu kota, Capitol mengadakan acara televisi The Hunger Games setiap tahun di mana satu anak laki-laki dan satu anak perempuan berumur 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik dipilih untuk bertarung sampai mati. Dua puluh empat peserta setiap tahun dan hanya akan ada satu pemenang. Acara tersebut disiarkan live di seluruh Panem. Katniss Everdeen, 16, adalah gadis yang tinggal di Distrik 12 bersama ibu dan adik perempuannya, Primrose Everdeen. Distrik 12 mendapat jatah sebagai produsen batubara. Sejak kematian ayahnya dalam ledakan di tambang, Katniss mengambil alih sebagai kepala keluarga. Setiap hari ia berburu bersama sahabat laki-lakinya, Gale. Pada saat pengambilan undian Hunger Games ke-74, nama Primrose terpilih sebagai peserta. Secara spontan, Katniss bersedia menggantikan posisi adiknya. Bersama anak laki-laki terpilih dari distrik 12 bernama Peeta Mellark, Katniss menyuguhkan acara The Hunger Games yang tak terlupakan untuk warga Panem.
Alur cerita novel ini tergolong sederhana. Yang membuat The Hunger Games menarik adalah karakter tokoh dan detil aksi yang intens. Katniss adalah pemburu yang berpengalaman, akrab dengan alam, dan sangat mandiri. Negara Panem melarang perburuan di Distrik 12 sehingga wilayah itu dikelilingi pagar berarus listrik. Namun Katniss dan Gale selalu lolos dan berhasil membawa hasil buruan untuk dimakan atau ditukar dengan kebutuhan lain untuk keluarga mereka. Keahlian berburu dan pengalaman Katniss lah yang membuat jalan cerita saat pertarungan menjadi menarik.
Selain aksi, novel ini mengangkat kehidupan pribadi Katniss untuk ditonjolkan pada sisi drama. Apalagi novel ini bertutur menggunakan sudut pandang Katniss. Penulis menyoroti peran Katniss sebagai kepala keluarga di usia belia dan rasa sayangnya kepada Prim, si bungsu. Begitu juga dengan keraguan perasaan Katniss terhadap Gale. Ditambah lagi dengan pengakuan Peeta yang ternyata menyukai Katniss sejak hari pertama sekolah. Hubungan Katniss-Peeta banyak diolah sejak acara The Hunger Games dimulai. Hubungan ini pula yang membuat pembaca mengira-ngira motivasi Peeta yang sesungguhnya.
Edisi terjemahan dari Gramedia dikerjakan dengan baik. Alih bahasanya mulus dan minim typo. Sampulnya mengadopsi versi asli yang menurut saya kurang eye catching. The Hunger Games adalah buku pertama dari trilogi. Sekuelnya adalah Catching Fire dan Mockingjay. Penulisnya, Suzanne Collins mengategorikan novel ini untuk konsumsi Young Adult. Sebelum menulis The Hunger Games, Collins bekerja untuk Nickelodeon. Novel ini meraih berbagai penghargaan dan menjadi New York Times bestseller. Adaptasi film The Hunger Games dijadwalkan akan rilis pada Maret 2012 dengan Jennifer Lawrence sebagai Katniss.
Hal yang patut dicatat dalam novel ini adalah penulis berhasil menyajikan dunia baru, tanpa penyihir, naga, ksatria, dan lain sebagainya. Terasa menyegarkan mengingat setelah era Harry Potter, dunia perbukuan dibanjiri cerita fantasi dengan negeri antah berantah. Di novel ini hanya ada anak-anak yang diuji ketangguhan dan kreativitasnya untuk bertahan hidup. Mengerikan memang, namun idenya keren, alurnya tegang dari awal hingga akhir, dan membuat saya sulit meletakkan buku ini sebelum selesai. Oh ya, saya juga menyukai nama-nama karakternya yang unik.
Nah, berikut ini foto adaptasi film The Hunger Games yang baru-baru ini dilansir oleh rumah produksi Lionsgate. Siapakah mereka?